Senin, 23 Februari 2009

PENGEMBANGAN PISANG SEBAGAI BAHAN PANGAN PENGGANTI KARBOHIDRAT DALAM RANGKA DIVERSIFIKASI PANGAN

A. Latar Belakang

Harga beras mengalami kenaikan cukup tinggi yang disebabkan kurangnya pasokan akibat mundurnya musim tanam dan pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan produksi padi, lahan sawah terus mengalami penurunan sejalan terjadinya alih fungsi lahan ke non pertanian.

B. Rumusan Masalah

1.Ketergantungan masyarakat terhadap beras
2.Tingkat produksi dan produktivitas pisang masih rendah
3.Bagaimana diversifikasi pisang menjadi beras.
4.Keterbatasan modal petani sehingga memanen buah belum mencapai tingkat kematangan optimal.
5.Beras sebagai bahan pangan pokok telah membudaya sehingga untuk beralih ke buah pisang sebagai sumber karbohidrat perlu waktu.

C. Tujuan

1.Membantu mengatasi kekurangan pangan
2.Diversifikasi proguk pisang
3.Meningkatkan daya produktifitas pisang
4.Mengembangkan pisang sebagai sumber karbohidrat alternatif bagi keluarga

D. Manfaat

1.Meningkatkan ketersediaan pangan
2.Pisang mudah dalam perawatannya
3.Menjaga keanekaragaman hayati
4.Memelihara ekosistem
5.Budidaya dapat dilakukan dilahan sempit

E. Metode Penulisan

Telaah pustaka, media cetak dan eletronik. Analisis data secara diskriptif, mengambil kesimpulan, membuat rumusan serta saran.

F.Telaah Pustaka dan Pembahasan

Pisang sebagai salah satu komoditas unggulan saat ini masih tetap merupakan kontributor utama (34,5%) terhadap produksi buah nasional. Sejak tahun 2002 – 2006 produksi pisang cenderung mengalami peningkatan dengan rata-rata 4,3% pertahun. Produksi pisang pada tahun 2002 sebesar 4.384.384 ton naik menjadi 5.321.538 ton pada tahun 2006 (angka prognosa) dengan produktivitas dari 49,45 ton/ha menjadi 58,65 ton/ha
Pisang sebagai salah satu komoditas yang dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat alternatif karena :
Memiliki kandungan karbohidrat dan kalori yang cukup tinggi. Dengan kandungan gizi yang terdapat didalam setiap 100 gr buah pisang terdiri dari
− kalori 115 kalori − protein 1,2 gr
− lemak 0,4 gr − karbohidrat 26,8 gr
− serat 0,4 gr − kalsium 11 mg
− posfor 43 mg − besi 1,2 mg
− vitamin B 0,1 mg − vitamin C 2 mg dan
− air 70,7 gr.

Beberapa keunggulan pisang dibandingkan dengan komoditas lain :
1.Pisang dapat diusahakan pada berbagai type agroekosistem yang tersebar di seluruh nusantara.
2.Permintaan pasar cukup besar dan produksinya tersedia merata sepanjang tahun.
3.Memiliki bermacam varietas dengan berbagai kecocokan penggunaan.
4.Usahatani pisang mampu memberikan hasil waktu yang relatif singkat (1 – 2 tahun).
Disamping itu juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan dan konservasi lahan karena tanaman pisang sangat baik dalam menahan air.

G. Kesimpulan

a)Pisang dapat tumbuh di lahan yang sempit.
b)Mudah perawatannya
c)Sebagai konservasi lahan
d)Produktifitas cukup tinggi 49,45 - 58,65 ton/ha
e)Diversifikasi pisang menjadi pengganti karbohidrat (beras) mendapat respon yang baik, karena sudah ada sebagian kecil masyarakat kelas bawah mengkonsumsinya.
f)Pisang juga dapat dikembangkan sebagai produk olahan sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk secara ekonomi.

H. Saran

1.Perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pisang dapat dipakai sebagai sumber karbohidrat alternatif atau sebagai bahan pangan pokok.

2.Perlu disosialisasikan penganekaragaman pengolahan untuk mendorong masyarakat agar menyukai pisang sebagai sumber karbohidrat

3.Pemberdayaan kelompok tani

4.Pelaksanaan pengembangan pisang sebagai sumber karbohidrat alternatif perlu dukungan berbagai instansi seperti:
a)Departemen Pertanian
b)Departemen Kehutanan
c)Kementrian Koperasi dan UKM
d)Pemerintah Daerah
e)Perbankan

0 komentar:

Posting Komentar

Followers

  ©Template by Dicas Blogger.